KAMPAR – Langkah nyata dalam menjaga stabilitas pangan dan melindungi kesejahteraan petani terus digalakkan di wilayah Kabupaten Kampar. Guna memastikan ketersediaan pasokan serta kesesuaian harga di tingkat produsen, Bati Wanwil Kodim 0313/KPR, Serka Adi Sucipto, melaksanakan pendampingan dan pemantauan langsung program Serapan Gabah (Sergab) di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.
Kegiatan strategis yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh tim gabungan yang komprehensif. Turut hadir dalam pemantauan tersebut Pimpinan Kancab Bulog Kampar Bapak Dani Permana, Aman SCPP Kancab Bulog Kampar Bapak Halim Lubis, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Petapahan Bapak Amri, pemilik penggilingan padi Bapak Tikno, serta Ketua Kelompok Tani (Poktan) Petapahan Bapak Mujiono.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi intensif bersama PPL dan Poktan mengenai luasan pemetaan lahan yang tengah memasuki masa panen. Tim kemudian bergerak langsung meninjau fasilitas penggilingan padi untuk mengecek kualitas gabah, memeriksa kadar air, serta mengambil sampel contoh gabah baik kondisi basah maupun kering. Langkah teknis ini krusial dilakukan guna memastikan gabah petani memenuhi standar mutu penyerapan.
Selain pengecekan fisik, fokus utama dalam peninjauan ini adalah menyamakan persepsi terkait harga gabah basah dan kering di lapangan. Pada kesempatan tersebut, tim gabungan turut mensosialisasikan secara masif kepada para petani mengenai ketetapan harga resmi dari pemerintah untuk Gabah Kering Panen (GKP) yaitu sebesar Rp6.500,- per kilogram.
Sinergi teritorial antara Kodim 0313/KPR, Bulog, dan dinas pertanian ini diharapkan mampu memutus mata rantai permainan harga yang merugikan petani, sekaligus memastikan penyerapan gabah untuk stok pangan daerah berjalan optimal. Seluruh rangkaian kegiatan pemantauan berakhir pada pukul 11.40 WIB dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
”Pendampingan program Sergab ini merupakan komitmen TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0313/KPR, dalam mengawal kedaulatan pangan nasional di tingkat daerah. Melalui sinergi bersama Bulog dan PPL, kita turun langsung ke penggilingan untuk memastikan kualitas gabah pasca-panen memenuhi standar kerja. Yang tidak kalah penting, kita sosialisasikan harga GKP pemerintah sebesar Rp6.500,- agar para petani mendapatkan hak harga yang adil dan terhindar dari kerugian akibat permainan tengkulak.”

















