TAMBUSAI – Langkah strategis dalam melindungi kesejahteraan petani sekaligus mengamankan cadangan pangan nasional terus digencarkan oleh jajaran TNI-Polri di tingkat teritorial. Pada Sabtu (31/01/2026), Babinsa Desa Sungai Kumango Koramil 11/Tambusai melaksanakan rapat koordinasi dan sosialisasi intensif terkait program Serapan Gabah (Sergab) di wilayah Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.
Kegiatan yang berpusat di Desa Sungai Kumango pada pukul 11.00 WIB ini dihadiri oleh unsur sinergi yang solid, antara lain perwakilan Bulog Kancab Rokan Hulu (Rohul), Bhabinkamtibmas Desa Sungai Kumango, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Tambusai, serta pengurus Kelompok Tani (Poktan) Desa Sungai Kumango.
Koordinasi ini sengaja digelar sebagai respons cepat terhadap kondisi di lapangan, di mana saat ini masih banyak petani lokal yang memilih menjual hasil panen gabah mereka kepada pihak tengkulak. Praktik tersebut dinilai rawan memicu ketidakstabilan harga yang dapat merugikan petani dalam jangka panjang, serta mengurangi potensi pemenuhan cadangan pangan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa bersama tim gabungan memberikan pemahaman dan sosialisasi secara humanis kepada para petani mengenai pentingnya menyalurkan hasil panen melalui Perum Bulog. Selain mendapatkan jaminan harga yang adil dan sesuai dengan standar ketetapan pemerintah, gabah yang diserap oleh Bulog akan langsung dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan stok beras negara.
Sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, PPL, dan Bulog ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif para petani di Kecamatan Tambusai untuk lebih mengutamakan kepentingan ketahanan pangan nasional. Melalui jalur distribusi yang resmi, stabilitas harga gabah di tingkat petani dapat tetap terjaga dengan aman.
Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi dan koordinasi pangan ini berjalan dengan tertib, aman, lancar, dan kondusif hingga akhir acara.
”Kami turun langsung bersama Bhabinkamtibmas, Bulog, dan PPL untuk merangkul kelompok tani karena melihat fenomena banyaknya gabah yang lari ke tangan tengkulak. Kami memberikan gambaran kepada para petani bahwa menjual gabah ke Bulog bukan sekadar tentang transaksi dagang, melainkan kontribusi nyata dalam memperkuat stok beras negara kita sendiri. Melalui Bulog, harga gabah petani dilindungi oleh regulasi pemerintah, sehingga mereka tidak mudah dipermainkan oleh spekulan harga di lapangan.”

















