Berita JajaranKoramil 11/Tambusai

KAWAL PRIORITAS PRESIDEN RI, BABINSA KORAMIL 11/TAMBUSAI JABARKAN 8 POIN PENTING SERGAB KEPADA PETANI SUNGAI KUMANGO

 

​TAMBUSAI – Komitmen sinergis dalam menyukseskan swasembada pangan nasional terus ditunjukkan oleh jajaran Kodim 0313/KPR melalui aksi nyata di lapangan. Pada Rabu (04/02/2026) pukul 09.12 WIB, Babinsa Pendamping Bulog Koramil 11/Tambusai, Sertu S. Nasution, menggelar sosialisasi intensif mengenai tujuan program Serapan Gabah (Sergab) di Desa Sungai Kumango, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.

​Kegiatan yang berlangsung di kawasan pertanian desa ini dihadiri oleh unsur penting penggerak ketahanan pangan lokal, antara lain Bhabinkamtibmas Desa Sungai Kumango, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Tambusai, pengurus Kelompok Tani (Poktan), serta pemilik kilang penggilingan padi setempat.

​Dalam arahannya, Sertu S. Nasution menegaskan bahwa pendampingan yang dilakukan TNI merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) resmi antara Kodim dan Perum Bulog sebagai pelaksana Sergab di daerah. Program ini merupakan salah satu prioritas utama Bapak Presiden RI guna mengamankan stok beras negara sekaligus mewujudkan kedaulatan pangan bangsa.

​Guna melindungi petani dari kerugian akibat permainan spekulan, Babinsa menyampaikan 8 poin instruksi strategis di lapangan:

​Waktu Panen yang Tepat: Petani diimbau melaksanakan panen tepat pada waktunya, sebab memanen pada masa yang belum matang akan merusak kualitas bulir gabah.

​Pelaporan Lahan Siap Panen: Petani diminta segera melapor kepada Babinsa apabila memiliki lahan padi yang sudah mendekati masa panen.

​Pelaporan Rencana Penjualan: Melaporkan kepada Babinsa terkait volume gabah yang siap untuk didistribusikan ke Bulog.

​Hindari Tengkulak: Menegaskan agar petani tidak menjual gabah kepada pihak tengkulak yang kerap merusak stabilitas harga pasar.

​Ketetapan Harga Pemerintah: Mengingatkan bahwa Bulog siap menyerap gabah petani dengan harga resmi yang adil sesuai regulasi pemerintah, yaitu sebesar Rp6.500,- per kilogram.

​Waspada Provokasi: Mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak kedua maupun ketiga yang ingin mengganggu kelancaran program Sergab.

​Dukungan Prioritas Negara: Menekankan bahwa program ini merupakan hajat nasional yang diprioritaskan langsung oleh Presiden RI.

​Keterbukaan Informasi: Menyerahkan nomor kontak resmi Babinsa dan pihak Bulog kepada para petani sebagai saluran komunikasi langsung jika terdapat hal-hal yang masih diragukan.

​Melalui edukasi yang terstruktur ini, diharapkan rantai pasok gabah di Kecamatan Tambusai dapat terpusat langsung ke gudang logistik negara. Rangkaian kegiatan sosialisasi tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat respons positif dari para petani hingga selesai acara.

​”Sesuai MoU antara Kodim dan Bulog, tugas kami di lapangan adalah memastikan petani mendapatkan hak harga yang layak sebesar Rp6.500,- sesuai ketetapan pemerintah. Kami sampaikan 8 poin penting hari ini, mulai dari teknis pelaporan panen hingga keterbukaan kontak aduan, agar petani tidak lagi menjadi korban permainan harga tengkulak. Jika kualitas gabah dijaga dan distribusinya langsung lewat Bulog, maka kesejahteraan petani meningkat dan stok beras negara kita akan surplus.”

You may also like