KAMPAR KIRI HULU – Cuaca ekstrem di wilayah pedalaman Kabupaten Kampar mulai berdampak pada pengerjaan infrastruktur desa. Satgas Kodim 0313/KPR melaporkan bahwa pengerjaan Jembatan Ramco di Desa Tanjung Belit Selatan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, terpaksa dihentikan sementara dikarenakan luapan air sungai yang mengalami banjir, Rabu (13/05/2026).
Kondisi alam ini menjadi tantangan serius bagi tim di lapangan, mengingat sebelumnya pengerjaan sedang difokuskan pada area pondasi di bawah permukaan air.
Keamanan Personel dan Material Menjadi Prioritas
Berdasarkan laporan harian, debit air Sungai Bunian meningkat secara drastis dengan arus yang cukup kuat. Situasi ini memaksa tim konstruksi untuk mengambil langkah antisipatif guna menjamin keamanan:
Penghentian Aktivitas Alat Berat: Penggunaan mesin penggali tapak pondasi dalam air dihentikan total untuk menghindari risiko kecelakaan kerja dan kerusakan alat akibat terjangan arus.
Tim di lapangan melakukan pemantauan intensif dan pengamanan terhadap material serta alat kerja agar tidak terbawa arus luapan sungai, Lokasi pemasangan mal dan area galian sementara dikosongkan hingga kondisi air kembali surut dan dinyatakan aman.
Ketinggian air saat banjir di wilayah ini memang menjadi salah satu dasar perancangan jembatan yang kuat, di mana air sungai tercatat dapat naik hingga ketinggian 5 s.d 6 meter. Hal inilah yang mendasari pentingnya pembangunan Jembatan Ramco yang kokoh untuk menghubungkan Desa Tanjung Belit Selatan dan Desa Tanjung Mas.
Dandim 0313/KPR melalui laporan lapangan menyampaikan bahwa personel tetap dalam kondisi siaga di sekitar lokasi pembangunan. Meskipun progres fisik mengalami hambatan sementara akibat faktor alam, tim akan segera melanjutkan pengerjaan dengan intensitas tinggi begitu cuaca membaik dan debit air kembali normal.
Hingga saat ini, situasi di Desa Tanjung Belit Selatan terpantau dalam pengawasan Satgas, dan seluruh personel dilaporkan dalam keadaan aman meskipun akses pekerjaan masih tertutup luapan air.
















