KAMPAR KIRI HULU – Setelah sempat tertunda akibat luapan banjir beberapa hari lalu, pengerjaan Jembatan Aramco (Ramco) di Desa Tanjung Belit Selatan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, kini kembali dikebut. Begitu debit air sungai kembali normal, Satgas Kodim 0313/KPR bersama tim teknis langsung bergerak cepat melanjutkan rekonstruksi bagian bawah jembatan, Jum’at (22/05/2026).
Fokus pengerjaan hari ini difokuskan pada penguatan struktur fondasi dasar guna mempersiapkan tahap pengerasan semen pada area tapak jembatan.
Kejar Target Pemasangan Mal Sebelah Kanan
Berdasarkan laporan harian dari lokasi, tim tukang ahli dan personel Satgas sedang berkonsentrasi penuh pada Pemasangan Mal Pengecoran,Tim melaksanakan pemasangan papan cetakan beton (mal/begesting) untuk struktur tapak pondasi pada bagian sebelah kanan jembatan.
Pemasangan mal ini dilakukan secara presisi dan diperkuat agar mampu menahan beban adukan semen saat proses pengecoran komparatif dimulai, sehingga pondasi yang dihasilkan benar-benar solid dan tidak bergeser.
Struktur Tangguh Antisipasi Luapan Sungai Akselerasi pengerjaan struktur bawah ini sangat krusial mengingat karakteristik Sungai Bunian di wilayah hulu ini sangat dinamis dan rawan banjir bandang yang tingginya bisa mencapai 5 hingga 6 meter. Oleh karena itu, kekuatan tapak pondasi sebelah kanan dan kiri menjadi kunci utama agar Jembatan Ramco ini nantinya berdiri kokoh dalam jangka panjang.
Jembatan ini diproyeksikan akan menjadi urat nadi perekonomian baru yang menghubungkan Desa Tanjung Belit Selatan dan Desa Tanjung Mas, sekaligus melayani mobilitas harian bagi 2.350 jiwa (633 KK) warga setempat agar terbebas dari ancaman isolasi geografis.
Dandim 0313/KPR melalui tim pelaksana lapangan menegaskan bahwa faktor cuaca yang cepat berubah menuntut tim untuk bekerja lebih efektif. “Begitu air surut, kita langsung maksimalkan pengerjaan. Hari ini pemasangan mal sebelah kanan untuk pengecoran tapak terus kita gesa. Kita ingin pondasi ini selesai secepatnya sebelum cuaca kembali memburuk,” jelas perwakilan Satgas di lokasi.
















