RAMBAH HILIR – Memastikan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terimplementasi secara nyata di tingkat lapangan, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI meninjau langsung praktik pembukaan lahan tanpa dibakar (PLTB) di Desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, pada Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan peninjauan lapangan yang berlangsung hingga pukul 15.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Wilayah Kabupaten Rokan Hulu Brigjen TNI Andi Tjanwandi bersama 6 personel jajaran Mabes TNI.
Dalam peninjauan tersebut, Tim Mabes TNI didampingi oleh 8 personel gabungan dari unsur lintas instansi tingkat kecamatan, meliputi 3 anggota Koramil 02/Rambah, 2 staf Kecamatan Rambah Hilir, 1 personel Polsek Rambah Hilir, serta 2 perangkat Desa Muara Musu.
Peninjauan ini bertujuan untuk memberikan panduan serta dorongan kepada masyarakat petani agar meninggalkan kebiasaan lama membersihkan lahan dengan cara membakar, dan beralih menggunakan metode mekanis yang ramah lingkungan serta aman bagi ekosistem.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Brigjen TNI Andi Tjanwandi menegaskan pentingnya konsistensi warga dalam menerapkan metode pengolahan lahan yang aman dari risiko kebakaran.
”Pembukaan lahan tanpa dibakar adalah solusi konkret dalam mencegah timbulnya bencana Karhutla dari tingkat hulu. Melalui peninjauan langsung di Desa Muara Musu ini, kita ingin memberikan edukasi bahwa mengolah lahan secara ramah lingkungan tidak hanya menjaga kualitas tanah tetap subur, tetapi juga melindungi udara dan keselamatan masyarakat Rokan Hulu dari bahaya kabut asap,” tegas Brigjen TNI Andi Tjanwandi.
Sesuai dengan rencana kerja esok hari, Tim Penyuluh Mabes TNI dijadwalkan melanjutkan peninjauan dan investigasi ketersediaan sarana prasarana penanggulangan Karhutla, meliputi menara pantau dan embung sumber air di Kecamatan Pagaran Tapah, Kabupaten Rokan Hulu.

















