KEPENUHAN – Jajaran Kodim 0313/KPR terus bergerak cepat di lapangan demi mengawal dan menyukseskan target ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Pada Kamis (05/02/2026) pukul 11.45 WIB, Babinsa Pendamping Bulog Koramil 14/Kepenuhan, Serka Irwan Maha Putra, melaksanakan sosialisasi intensif program Serapan Gabah (Sergab) nasional kepada para petani di Desa Kepayang, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu.
Kegiatan strategis ini digelar dalam rangka menyelaraskan persepsi masyarakat dan kelompok tani (poktan) lokal terhadap target besar pemerintah di tahun 2026, yakni mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berswasembada pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Sinergi di lapangan ini turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Kepayang, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Kepenuhan, serta jajaran pengurus Poktan Desa Kepayang. Kehadiran tiga pilar pendamping pertanian ini menjadi bukti solidnya dukungan kewilayahan dalam mengamankan rantai pasok gabah lokal.
Dalam arahannya, Serka Irwan Maha Putra menyampaikan bahwa pendampingan dan sosialisasi ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Petani diberikan edukasi mengenai pentingnya menyalurkan hasil panen padi mereka melalui jalur resmi Perum Bulog guna memperkuat cadangan logistik beras negara, sekaligus melindungi kestabilan harga jual di tingkat produsen agar tidak dipermainkan spekulan.
Dengan komunikasi sosial yang berjalan dua arah ini, diharapkan para petani di Desa Kepayang dapat berkontribusi aktif dalam menyuplai kebutuhan pangan nasional. Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi tersebut berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif hingga akhir acara.
”Kami dari Koramil 14/Kepenuhan bersama Bhabinkamtibmas dan PPL akan terus melekat melakukan sosialisasi kepada kelompok tani di Desa Kepayang. Target pemerintah di tahun 2026 ini sangat jelas, yaitu membawa Indonesia menuju swasembada pangan nasional. Melalui program Sergab ini, kita ingin memastikan hasil panen dari keringat para petani kita terserap secara optimal oleh negara dengan harga yang adil, sehingga ketahanan pangan daerah maupun nasional dapat berdiri dengan kokoh.”

















