KAMPAR KIRI HULU – Komitmen Kodim 0313/KPR dalam membuka isolasi wilayah di pedalaman Kabupaten Kampar terus menunjukkan hasil nyata. Hingga Sabtu (02/05/2026), pembangunan Jembatan Gantung Desa Gajah Bertalut yang melintasi Sungai Subayang telah mencapai progres fisik sebesar 72,25%.
Meskipun sempat diguyur hujan pada siang hari, Satgas pengerjaan tetap konsisten melakukan percepatan pada komponen-komponen vital jembatan yang memiliki bentang sepanjang 96 meter tersebut.
Perkembangan Signifikan pada Struktur Atas
Berdasarkan data lapangan, tim konstruksi telah menyelesaikan seluruh struktur bawah dan pondasi dengan hasil maksimal
Menaklukkan Tantangan Geografis dan Cuaca Pencapaian progres 72,25% ini tidaklah mudah.Tim Satgas yang terdiri dari 8 personel TNI, dibantu 7 pekerja dan 5 warga masyarakat, harus menghadapi tantangan logistik yang ekstrem. Karena ketiadaan jalur darat, seluruh material harus diangkut menggunakan sampan berkapasitas 500 kg melalui jalur air selama 1 hingga 2 jam perjalanan, lalu dilangsir secara manual menuju titik lokasi.
Selain tantangan transportasi, para prajurit juga harus bekerja tanpa dukungan aliran listrik dan jaringan komunikasi seluler (blankspot), yang menuntut koordinasi manual dan kemandirian tinggi di lapangan.
Harapan Bagi Ratusan Keluarga ini dirancang untuk memberikan manfaat bagi 845 jiwa (265 KK) di Desa Gajah Bertalut. Kehadirannya sangat mendesak mengingat saat banjir, debit Sungai Subayang dapat meningkat tajam hingga ketinggian 5 s.d 6 meter dengan kecepatan arus 3 M/S, yang seringkali melumpuhkan aktivitas warga.
Dandim 0313/KPR menegaskan bahwa seluruh personel akan terus berupaya menyelesaikan pembangunan tepat waktu demi memberikan akses mobilitas yang aman dan permanen bagi masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri Hulu.
















