KAMPAR KIRI HULU – Akselerasi pembangunan Jembatan Aramco (Ramco) di Desa Tanjung Belit Selatan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, terus dipacu secara pararel dan intensif. Satgas Kodim 0313/KPR bersama tim tukang ahli di lapangan hari ini bergerak cepat melaksanakan pembongkaran sekaligus pemasangan cetakan (mal) baru untuk penyambungan tapak fondasi bawah, yang langsung dilanjutkan dengan proses pengecoran di tempat, jumat (05/06/2026).
Langkah teknis ini merupakan bagian dari penguatan struktur paling dasar jembatan guna memastikan seluruh tiang penopang memiliki daya rekat dan kekuatan makro yang optimal dalam menahan beban.
Proses pengerjaan bagian bawah jembatan ini menuntut manajemen waktu yang efektif dan ketelitian tinggi dari tim tukang di lapangan. Rangkaian aktivitas hari ini meliputi:
Bongkar Pasang Mal (Begesting): Petugas melakukan pembongkaran papan cetakan beton yang strukturnya telah mengeras, kemudian langsung merakit kembali mal baru untuk menyambung bagian tapak fondasi bawah secara presisi.
Demi menjaga homogenitas dan kualitas ikatan adonan semen, begitu rangkaian mal penyambungan selesai dipasang dan diperiksa kekuatannya, tim di lapangan langsung melakukan pengecoran beton secara pararel.
Penyambungan tapak fondasi bawah yang dicor secara masif ini sangat vital bagi ketahanan Jembatan Ramco. Mengingat posisi jembatan berada di kawasan dengan karakteristik aliran sungai yang dinamis, fondasi bawah yang kokoh akan menjadi perisai utama jembatan dari risiko pergeseran tanah maupun erosi akibat arus air.
Infrastruktur ini diproyeksikan akan menjadi urat nadi transportasi yang aman bagi sekitar 2.350 jiwa (633 KK) warga Desa Tanjung Belit Selatan dan sekitarnya, guna mendukung kelancaran aktivitas pertanian, ekonomi, dan akses harian anak-anak sekolah.
Dandim 0313/KPR melalui tim pelaksana lapangan menyampaikan bahwa pengerjaan struktur bawah ini terus dikebut memanfaatkan kondisi cuaca yang mendukung.
”Hari ini fokus utama tim tukang dan personel Satgas adalah melakukan bongkar pasang mal untuk penyambungan tapak fondasi bawah, lalu langsung kita eksekusi dengan pengecoran. Kita menerapkan sistem pararel ini agar sambungan beton baru dan lama dapat menyatu dengan sempurna, sehingga struktur bawah jembatan benar-benar kokoh dan siap menahan beban berat,” jelas perwakilan Satgas di lokasi.
















