KOTA LAMA – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam membangun infrastruktur di wilayah terisolasi kembali dibuktikan oleh jajaran Kodim 0313/KPR. Bertempat di Desa Kota Lama, pengerjaan awal pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kota Lama dan Desa Sungai Santi resmi dimulai, Jum’at (27/3/2026).Proyek strategis yang didanai oleh Mabes TNI AD ini ditujukan untuk membuka akses bagi 845 jiwa atau sekitar 265 Kepala Keluarga yang selama ini mengandalkan jalur air.
Jembatan yang direncanakan memiliki bentang sepanjang 70 meter ini akan melintasi sungai selebar 57 meter. Keberadaan jembatan ini sangat vital mengingat karakteristik sungai yang rawan banjir, dengan ketinggian air yang bisa mencapai 4 meter saat meluap. Dengan adanya jembatan ini, warga tidak lagi harus bertaruh nyawa atau terkendala transportasi air saat debit sungai meningkat.
Meski baru memasuki progres pengerjaan 0,5 persen, tantangan yang dihadapi personel Satgas di lapangan sangat luar biasa. Lokasi pembangunan yang terpencil menyebabkan pendistribusian material tidak dapat dilakukan melalui jalur darat. Seluruh material bangunan harus diangkut menggunakan sampan melalui jalur sungai dengan kapasitas terbatas, yakni hanya 500 kilogram per perjalanan.
”Perjuangan tim di lapangan cukup berat. Kami harus menempuh perjalanan air selama satu jam menggunakan sampan, kemudian melangsir material secara manual dengan cara dipanggul bersama masyarakat. Belum lagi kendala cuaca yang sering hujan di siang dan sore hari, serta ketiadaan sinyal komunikasi seluler,” ujar perwakilan Satgas Kodim 0313/KPR di lokasi.
Keterbatasan fasilitas seperti ketiadaan listrik PLN dan jaringan internet yang hanya mengandalkan wifi tidak menyurutkan semangat 23 personel TNI bersama warga setempat. Sinergi ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun daerah. Jembatan ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi warga Desa Kota Lama dan Sungai Santi yang selama ini merasa terisolasi.
Personel Satgas terus berjibaku di lokasi guna memastikan setiap tahapan awal pembangunan, mulai dari penyiapan lahan hingga pondasi, dapat berjalan sesuai rencana meskipun harus berhadapan dengan tantangan alam yang berat.

















