Berita JajaranBerita UtamaFoto & VideoPengumuman

Kodim 0313/KPR Terus Pacu Pembangunan Jembatan Desa Kota Lama di Tengah Keterbatasan Akses

 

​KOTA LAMA – Komitmen prajurit Kodim 0313/KPR dalam mewujudkan infrastruktur penghubung di wilayah terisolir terus berlanjut. Hingga Jumat (10/04/2026), pengerjaan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kota Lama dan Desa Sungai Santi terus difokuskan pada penguatan sektor pondasi sebagai struktur utama jembatan.

 

​Meskipun menghadapi tantangan geografis yang cukup ekstrem, tim pelaksana konstruksi tetap konsisten menjaga ritme pengerjaan. Saat ini, progres kumulatif berada di angka 0,8%, dengan fokus utama pada penyiapan titik-titik tumpu beban jembatan bentang 46 meter tersebut.

 

​Berdasarkan laporan harian perkembangan kegiatan, beberapa capaian penting telah berhasil diselesaikan secara maksimal:​Pembersihan Lahan & Akses Jalan: 100% tuntas.​Pemasangan Bowplang: 100% tuntas.​Penyiapan & Pembersihan Lokasi Pondasi: Telah mencapai 90%.

​Pembuatan Lubang Pondasi Tower & Anchor: Stabil di angka 70%.​Penyelesaian lubang pondasi ini sangat krusial mengingat jembatan ini dirancang untuk tahan terhadap luapan air sungai yang bisa mencapai ketinggian 5 meter saat musim penghujan.

 

​Tantangan utama yang dihadapi personel TNI dan pekerja di lapangan adalah ketiadaan akses jalur darat. Seluruh distribusi material bangunan sepenuhnya bergantung pada transportasi air yang memakan waktu dan tenaga ekstra:

​Transportasi Sampan: Material diangkut menggunakan sampan berkapasitas maksimal 500 kg dengan waktu tempuh mencapai 1 jam perjalanan.

​Lansir Manual: Setibanya di pinggir sungai, material dipanggul secara manual oleh personel Satgas menuju lokasi pengerjaan.

 

​Lokasi pembangunan juga belum terjangkau jaringan listrik PLN dan sinyal seluler, sehingga koordinasi tim sepenuhnya mengandalkan jaringan WiFi.

​Demi Kesejahteraan 845 Jiwa

​Dandim 0313/KPR melalui tim lapangan menegaskan bahwa pembangunan yang didanai oleh Mabesad ini merupakan upaya nyata untuk memberikan kemudahan bagi 845 warga (265 KK) di kedua desa. Jembatan ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mobilitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

 

​Di bawah kondisi cuaca yang cerah pada pagi hari dan mendung pada siang hari, tim yang terdiri dari personel TNI dan pekerja konstruksi tetap bersiaga di lapangan. Situasi di area pembangunan dilaporkan aman dan terkendali, menunjukkan sinergi yang kuat dalam menuntaskan amanah pembangunan ini.

You may also like