KOTA LAMA – Dedikasi tanpa batas ditunjukkan oleh personel Kodim 0313/KPR dalam upaya memutus isolasi wilayah di Desa Kota Lama. Meski kondisi cuaca di lokasi pembangunan dilaporkan hujan pada pagi hari dan mendung pada siang hari, pengerjaan jembatan penghubung antara Desa Kota Lama dan Desa Sungai Santi tetap berjalan sesuai rencana, Kamis (09/04/2026).
Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 0,8% secara kumulatif. Tim pelaksana konstruksi difokuskan pada penyiapan struktur bawah yang menjadi tumpuan utama jembatan dengan bentang 46 meter tersebut.
Berdasarkan laporan harian perkembangan kegiatan, beberapa capaian penting telah dicatatkan oleh tim di lapangan:Pembersihan Lahan & Akses Distribusi: Tuntas 100%.Pemasangan Bowplang: Tuntas 100%.
Penyiapan Lokasi Pondasi: Mencapai 90%.Pembuatan Lubang Pondasi Tower & Anchor: Mencapai 70%.
Penyelesaian lubang pondasi ini menjadi prioritas utama sebelum melangkah ke tahap pengecoran, guna memastikan jembatan memiliki daya tahan maksimal terhadap potensi banjir sungai yang bisa mencapai ketinggian 5 meter.
Tim satgas yang terdiri dari personel TNI dan pekerja konstruksi harus berjibaku dengan tantangan medan yang cukup berat. Akses darat menuju lokasi pembangunan sama sekali tidak tersedia, sehingga seluruh distribusi material bergantung pada jalur air.
Logistik Sampan: Material bangunan harus diangkut menggunakan sampan dengan kapasitas terbatas (500 kg) melalui perjalanan air selama kurang lebih 1 jam.Setibanya di pinggir sungai, personel TNI dengan sigap memanggul material secara manual menuju titik pengerjaan.
Pembangunan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kesulitan rakyat. Jembatan ini nantinya akan menjadi urat nadi bagi 845 jiwa (265 KK) di kedua desa tersebut, mempermudah akses pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Dandim 0313/KPR melalui laporan lapangan menegaskan bahwa situasi di area pembangunan tetap aman dan terkendali. Meskipun cuaca hujan menjadi tantangan tersendiri dalam mobilisasi, semangat untuk mewujudkan jembatan harapan rakyat tetap menjadi prioritas utama prajurit di lapangan.

















