Pelalawan – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan masih terus berlangsung. Memasuki hari ke-16, Kamis (26/03/2026).
Tim gabungan kembali melaksanakan pendinginan di area terdampak. Kegiatan difokuskan di Parit Koperasi, Desa Merbau, dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai ±40 hektare, pada titik koordinat 0°13’4″N 102°16’7″E.
Sebanyak 56 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari unsur TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Manggala Agni. Dari Koramil 03/Bunut, kegiatan di lapangan dipimpin oleh Serma Desmi Jumhari bersama anggota.
Peralatan yang digunakan cukup lengkap, meliputi 1 unit alat berat, 7 unit mesin ministrek, 1 unit mextre, 1 unit sibahura, 2 unit mesin robin, 13 slang isap, 71 gulung slang, serta 13 nozzle untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.
Namun, tim masih menghadapi berbagai kendala di lapangan, seperti kondisi lahan gambut yang kering dan tebal, keterbatasan sumber air, angin kencang, serta cuaca panas yang cukup ekstrem.
Danramil 03/Bunut Kodim 0313/KPR, Kapten Arh Mujiono, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen dalam upaya penanganan Karhutla hingga benar-benar tuntas.
“Kami bersama tim gabungan akan terus berupaya maksimal melakukan pendinginan agar titik api tidak kembali muncul. Walaupun terkendala kondisi lahan gambut dan cuaca panas, personel tetap semangat dan bersinergi di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan Karhutla di wilayah tersebut.
Saat ini, kondisi titik api dilaporkan sudah berangsur padam. ”Namun, masih terdapat asap tebal di beberapa titik, sehingga tim gabungan tetap berjibaku melakukan pendinginan guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala,” tandasnya.

















