KAMPAR – Semangat pengabdian TNI kepada masyarakat terus berkobar di lokasi pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap II, Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung. Di bawah komando Kodim 0313/KPR, proyek infrastruktur yang menjadi tumpuan harapan warga ini terus digesa pengerjaannya. Hingga Selasa (07/04/2026), progres pembangunan telah mencapai angka signifikan 79,25%, menandakan jembatan impian warga tersebut segera fungsional.
Satu pencapaian krusial yang terlihat di lapangan adalah berdirinya Gapura Jembatan yang telah selesai dilas 100%. Kokohnya gapura ini menjadi simbol kekuatan struktur yang akan menyatukan dua desa: Desa Batu Gajah dan Desa Kusau Makmur. Dengan rampungnya kerangka utama ini, tim pelaksana kini mengalihkan fokus pada pengerjaan detail lintasan dan pengamanan teknis.
Didukung cuaca yang cukup bersahabat, sebanyak 10 personel TNI bersama 4 tenaga ahli konstruksi terus berjibaku menyelesaikan beberapa poin penting:
Pemasangan Papan & Ram Kawat: Telah mencapai 19% sebagai bagian dari pengamanan lantai dan sisi jembatan.
Plang Identitas & Pengecatan: Memasuki tahap estetika dan administratif dengan progres 24%.
Pemasangan Plang Anjuran: Progres awal 3% untuk aspek keselamatan pengguna.Seluruh struktur fundamental, mulai dari pondasi abutmen, garpu, anchor, hingga bentangan seling jembatan sepanjang 75 meter tersebut, dipastikan telah tuntas 100%.Melawan Medan, Menjawab Kebutuhan Rakyat.
Meski progres menunjukkan tren positif, perjuangan di lapangan jauh dari kata mudah. Jarak tempuh antar desa sejauh 100 KM dan ketiadaan akses listrik di titik pembangunan menjadi tantangan harian bagi para prajurit.
Material bangunan yang berat masih harus diangkut secara manual (dipikul) oleh personel TNI menuju titik seberang sungai. Deru arus sungai setinggi 7 meter menjadi saksi bisu dedikasi para prajurit yang berupaya memerdekakan 1.121 jiwa (500 KK) dari isolasi akses transportasi.
Komitmen Kodim 0313/KPR,Dandim 0313/KPR melalui tim pelaksana lapangan menegaskan bahwa pembangunan jembatan senilai Rp 450.325.000,- yang bersumber dari anggaran Mabesad ini adalah amanah yang harus dituntaskan segera.
”Kami tidak akan berhenti sebelum rakyat bisa melintas dengan aman. Setiap peluh prajurit di lapangan adalah demi terwujudnya harapan rakyat. Dengan rampungnya gapura dan seling, kini fokus kami adalah memasang lantai dan pengaman agar jembatan ini segera bisa digunakan untuk menggerakkan roda ekonomi dan pendidikan warga,” tegas tim pelaksana Kodim 0313/KPR.
Hingga saat ini, situasi di daerah pembangunan terpantau aman dan terkendali. Sinergi antara keahlian teknis dan semangat juang TNI diharapkan dapat segera meresmikan jembatan ini dalam waktu dekat.

















