Rokan Hulu – Musim kemarau menjadi salah satu faktor banyaknya terjadi kebakaran hutan. Menilik hal ini, Serma BK. Tumanggor Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 10/Kunto Darussalam memiliki beberapa cara untuk melakukan antisipasi.
Misalnya saja melakukan pencegahan dengan cara melakukan patroli terpadu, update pemetaan data fire indeks hingga sosialisasi kepada masyarakat.
Jadi 90% upaya dan sumber daya kita arahkan di bidang pencegahan,” kata Serma BK. Tumanggor di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu, Senin (26/9/2022).
Kita semaksimal mungkin mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan. Teknis yang dilakukan seperti patroli terpadu, update pemetaan data fire indeks hingga sosialisasi intens kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu saat kebakaran terjadi, pihaknya melakukan penanggulangan dengan cara mengerahkan semua unsur.
Jika sampai terjadi, maka kita harus siap melakukan pemadaman, imbuhnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengurangi dampak dari karhutla. Misalnya dengan meminimalisir dampak api, dampak kesehatan, dampak lingkungan hingga dampak psikologi.
Pengurangan atau peringanan akibat karhutla yang dialami masyarakat. Ini juga kita harus siap. Minimalisir dampak api, dampak kesehatan, dampak lingkungan dan dampak psikologi, lanjut Serma BK. Tumanggor.
Dia menambahkan pencegahan dan upaya penanganan ini penting lantaran isu karhutla bukan saja menjadi isu lokal dan nasional, tetapi internasional. Untuk itu, dia berpesan agar dapat menanggulangi ini bersama.

















