ROKAN HULU – Untuk mencegah terjadinya Kabakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diwilayah Kabupaten Rokan Hulu ((Rohul), Pemkab Rohul bersama TNI Polri dan Pihak Instansi Lain Swasta melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Tahun 2024, dihalaman Kantor Bupati Rohul Kamis (21/03/2024).
Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla ini dipimpin langsung Wabup Rohul H. Indra Gunawan. Turut juga dihadiri Kapolres Rohul AKBP Budi Prasetyo SIK, Sekda Rohul M. Zaki, Kajari Rohul Pri Wijeksono, SH, Perwakilan Kalapas Kelas IIB B Pasir Pengaraian Era Irawan
Selain itu, Kalaksa BPBD Rohul Zuljandri Rosa S.Si. MM, Kepala OPD, Camat, Danramil, Polhut Rohul, Satgas Setia Krisna dan Seluruh Perusahaan Kelapa Sawit dan Perkebunan se Rohul.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rohul H. Indra Gunawan mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla, dari tanggal 13 Maret sampai 30 November 2024 dilaksanakan Siaga Karlahut.
“Mari semua pihak kita bersama sama dalam mendukung kegiatan pemadaman dan pencegahan api. Apel siaga karhutla dilaksanakan memastikan tugas dengan baik personil dan materil dalam melaksanakan tugasnya,” kata Bupati.
Untuk mencegah terjadinya Karhutla, Wabup Rohul menekan 6 poin penting. Pertama, memprioritaskan pencegahan melalui hotspot dan gencar lakukan patroli serta edukasi masyarakat.
Kedua, Pengontrolan harus sampai tingkat bawah dan Kades ajak tokoh masyarakat dan tokoh agama
Ketiga, kita berharap semua pihak mencari solusi untuk menangani Karhutla. Keempat, lakukan penataan lahan gambut harus terus dilaksanakan.
Kelima, jangan biarkan api membesar dan Langkah keenam, lakukan penegakan hukum di lakukan tanpa kompromi.
Ia juga mengamanatkan Tim Satgas yang telah di bentuk harus bisa bekerja sama baik dalam pemadaman darat dan udara serta bisa bersinergi.
“Kepada seluruh personil, kami mengucapkan tetap semangat tetap solid. Terimakasih atas dedikasi dalam perjuangan dalam pencegahan dan penanganan Karlahut dengan mencanangkan langit biru di Provinsi Riau,” kata.
Sementara itu, Kapolres Rohul AKBP Budi Prasetyo SIK mengatakan, terkait kasus kebakaran di Rohul, penyidik sudah melakukan penanganan melakukan penyelidikan dan penyidikan saat ini dilakukan pengumpulan alat bukti dan mengawal perkara tersebut sampai ke persidangan.
Jadi kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat dan korporasi agar membuka lahan dengan cara tidak membakar. Melalui Apel Kesiapsiagaan Karhutla ini sebagai langkah untuk mencegah terjadinya Karhutla.
“Diharapkan sinergitas kepada seluruh pihak agar selalu berkomitmen dalam pencegahan terjadinya Karhutla,” pintanya

















