Berita JajaranKoramil 16/Tapung

Upaya Meningkatkan Hasil Panen, Babinsa Koramil 16/Tapung Bersama Petani Bersihkan Gulma Tanaman Pare

 

Tapung,- Blusukan ke kebun warga merupakan upaya Babinsa sebagai aparat kewilayahan untuk mengetahui potensi ketahanan pangan yang ada di wilayah binaan.
Hal tersebut dilakukan Sertu Rohiyat Nuryanto Babinsa Koramil 16/Tapung Kodim 0313/Kampar yang melaksanakan anjangsana sekaligus membantu membersihkan rumput liat dikebun pare milik bapak Mifatcurohman di Desa Sari Galuh Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Kamis (05/12/2024).

Di sela-sela kegiatan, Babinsa mengatakan, Gulma ataupun rumput liar menjadi salah satu kendala bagi para petani pare dalam memperoleh hasil panen yang maksimal, karena keberadaan gulma sangat mengganggu tanaman pare pada masa pertumbuhan hingga masa pematangan, jika keberadaan gulma tidak dibasmi atau dilakukan penyiangan maka akan mengakibatkan tanaman pare kekurangan unsur hara, sehingga berdampak pada menurunnya hasil panen,” kata Babinsa.

Babinsa juga mengatakan kebersamaannya pembersihan gulma di lahan pertanian milik bapak Mifatcurohman adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan kesuburan dan menjaga perkembangan tanaman pare dari gangguan hama, Dengan melakukan pembersihan gulma secara teratur, Tanaman pare dapat tumbuh lebih baik dan menghasilkan sesuai dengan harapan.

“Pendampingan pada petani dalam merawat tanaman pare tidak hanya meningkatkan hasil panen, Tetapi juga membantu melindungi tanaman dari hama seperti rumput dan gulma yang dapat merusak tanaman lainnya. Dengan tindakan ini dapat mengurangi kerugian potensial dan menjaga kesehatan tanaman di seluruh lahan pertanian,” Ujar Babinsa.

Kapten Inf Devi Khairul Edward Danramil 16/Tapung memgatakan pengendalian gulma tanaman pare, umumnya sudah dilakukan oleh para petani, baik dengan penggunaan tenaga manusia (penyiangan tangan) dengan peralatan khusus (landak/gasrok) ataupun cara kimiawi dengan penggunaan herbisida. Cara pengendalian dengan penyiangan tangan, sekarang ini sudah jarang sekali dilakukan karena adanya keterbatasan tenaga penyiang, terlebih-lebih untuk daerah-daerah yang sulit mendapatkan tenaga kerja,” kata Danramil.

You may also like