KAMPAR KIRI HULU – Pembangunan infrastruktur jembatan gantung strategis sepanjang 70 meter yang menghubungkan Desa Kota Lama dan Desa Sungai Santi menembus babak baru yang paling dinantikan. Setelah melalui tahapan persiapan yang matang di kawasan Batu Kalang, hari ini tim gabungan yang terdiri dari anggota tukang teritorial Kodim 0313/KPR, personel Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur), bersama puluhan warga dari kedua desa secara serentak bahu-membahu melaksanakan penarikan kabel sling baja utama jembatan, Minggu (19/07/2026).
Aksi gotong royong berskala besar ini menjadi tontonan kemanunggalan yang nyata di lapangan. Mengingat bobot kabel baja penopang utama ini sangat berat dan bentangan sungai yang cukup lebar, proses penarikan dilakukan secara manual yang dikombinasikan dengan alat penarik mekanis taktis (katrol/kerek) demi menjaga presisi dan faktor keselamatan kerja.
Puluhan pasang tangan prajurit TNI dan warga setempat tampak berjejer rapi di sepanjang bibir sungai dan area jangkar beton, menarik tali pemandu selangkah demi selangkah. Kabel sling baja tebal tersebut perlahan mulai terangkat dari permukaan air, membentang tinggi menghubungkan tiang pylon utama dari sisi Desa Kota Lama menuju Desa Sungai Santi.
Penarikan sling utama ini merupakan fase paling vital sebelum struktur jembatan gantung memasuki tahap pemasangan gelagar dan papan lantai. Kabel baja inilah yang nantinya menjadi urat nadi struktur atas untuk menahan dan menyalurkan seluruh beban gantung serta mobilitas kendaraan masyarakat yang melintas kelak.
Pembangunan sarana penyeberangan permanen ini diproyeksikan akan membawa dampak multiplier yang masif bagi kedua wilayah. Selain memerdekakan warga dari risiko transportasi air, jembatan ini akan memangkas waktu tempuh anak-anak menuju sekolah, mempermudah akses pelayanan kesehatan, serta memperlancar arus distribusi komoditas perkebunan menuju pusat ekonomi di Kabupaten Kampar.
Seluruh rangkaian kegiatan penarikan kabel sling utama jembatan yang melibatkan sinergi kuat pertahanan sipil dan militer ini berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif tanpa kendala teknis.
Komandan Kodim (Dandim) 0313/KPR menegaskan bahwa keberhasilan penarikan kabel sling utama ini merupakan simbol kuat dari keberhasilan kerja bersama, di mana beratnya beban material dapat diatasi dengan indahnya budaya gotong royong TNI-Rakyat.
”Hari ini kami memberikan apresiasi tertinggi kepada anggota tukang Kodim, personel Yon Zipur, serta seluruh warga Desa Kota Lama dan Sungai Santi yang telah bergotong royong menarik kabel sling baja utama jembatan gantung ini. Proses pembentangan kabel sepanjang 70 meter ini adalah fase yang sangat berat dan menuntut perhitungan taktis yang matang di lapangan.Dengan terbentangnya sling utama ini, satu langkah besar menuju rampungnya jembatan dambaan masyarakat telah berhasil kita lalui. Kami di jajaran Kodim 0313/KPR berkomitmen mengawal sisa tahapan konstruksi ini dengan standar keamanan terbaik, agar sarana konektivitas ini segera dapat dinikmati secara aman dan mendorong kemajuan ekonomi di Kampar Kiri Hulu,” tegas Dandim 0313/KPR.

















