Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Pendamping Bulog Koramil 11/Tambusai Kodim 0313/KPR, Sertu S. Nasution, melaksanakan sosialisasi penyerapan gabah kepada para petani di Desa Sungai Kumango, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, pada Rabu (4/2/2026) pukul 09.12 WIB.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para petani mengenai program penyerapan gabah oleh Bulog sebagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok beras nasional sekaligus mewujudkan swasembada pangan Indonesia. Dalam penyampaiannya, Babinsa menjelaskan bahwa Bulog siap membeli gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, sehingga petani diimbau tidak menjual hasil panennya kepada tengkulak yang berpotensi merusak stabilitas harga gabah.
Babinsa juga mengajak seluruh petani untuk memanen padi pada waktu yang tepat agar kualitas gabah tetap terjaga, segera melaporkan lahan yang akan memasuki masa panen, serta berkoordinasi dengan Babinsa apabila akan menjual gabah kepada Bulog. Selain itu, petani diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang dapat menghambat pelaksanaan program serap gabah. Sebagai bentuk pelayanan, nomor kontak Babinsa dan petugas Bulog turut dibagikan kepada para petani agar komunikasi dan koordinasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.
Sertu S. Nasution menegaskan bahwa program serap gabah merupakan salah satu prioritas pemerintah di bawah arahan Presiden Republik Indonesia. Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Kodim 0313/KPR bersama Bulog telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dalam pelaksanaan pendampingan penyerapan gabah di wilayah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Babinsa Desa Sungai Kumango, Bhabinkamtibmas Desa Kumango, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Tambusai, Kelompok Tani Desa Kumango, serta pemilik penggilingan padi setempat. Melalui sinergi antara TNI AD, Bulog, pemerintah daerah, dan para petani, diharapkan penyerapan gabah dapat berjalan optimal, kesejahteraan petani semakin meningkat, dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh.

















