KAMPAR KIRI HULU – Pembangunan Jembatan Gantung Gajah Bertalut di Kecamatan Kampar Kiri Hulu kian mendekati tahap perampungan. Satgas Kodim 0313/KPR terus menggesa pengerjaan struktur atas dan komponen keselamatan luar demi mewujudkan akses penghubung yang aman bagi masyarakat pedalaman, Selasa (19/05/2026).
Setelah fokus pada pemotongan material di hari sebelumnya, hari ini tim konstruksi di lapangan melaksanakan akselerasi pararel pada empat item pekerjaan krusial sekaligus.
Fokus pada Penguatan Lintasan dan Komponen Pengaman
Berdasarkan data laporan dari lokasi proyek di sepanjang Sungai Subayang, aktivitas personel Satgas bersama warga saat ini meliputi:Pemasangan Hanger dan Lantai Jembatan: Tim terus melanjutkan pengikatan kabel penggantung (hanger) serta pemasangan papan lantai jembatan secara presisi di sepanjang bentangan 96 meter.
Pemasangan dan Pengecatan Wermesh: Untuk menjamin keselamatan mutlak bagi warga yang melintas, pagar pengaman berbahan anyaman kawat (wermesh) kini mulai dipasang pada sisi kiri dan kanan jembatan.
Secara bersamaan, dilakukan pula pengecatan pada tiang dan ram kawat tersebut guna mencegah korosi akibat kelembapan tinggi di area sungai,Tantangan logistik berupa pendistribusian material yang sepenuhnya mengandalkan jalur air menggunakan sampan tidak menjadi hambatan bagi ritme kerja di lapangan.
Semangat gotong royong yang kuat antara personel TNI dan warga Desa Gajah Bertalut menjadi kunci utama melesatnya progres pembangunan jembatan ini.
Dandim 0313/KPR melalui tim pelaksana lapangan menegaskan bahwa pengerjaan komponen pengaman dan lantai ini diawasi dengan standar teknis yang ketat.
”Saat ini wujud fisik jembatan sudah semakin matang. Pemasangan lantai terus berjalan, dan pararel kita pasang pagar pengaman wermesh yang langsung dicat agar kuat menghadapi cuaca. Kita ingin jembatan ini siap operasional dengan jaminan keamanan 100 persen bagi ratusan kepala keluarga di sini,” jelas perwakilan Satgas di lokasi.
Infrastruktur kokoh yang diproyeksikan segera mengakhiri keterisolasian 845 jiwa (265 KK) warga setempat dari ancaman luapan banjir tahunan. Hingga laporan ini diturunkan, situasi di area pembangunan dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

















