KOTA LAMA – Komitmen Kodim 0313/KPR dalam membangun infrastruktur di wilayah terisolir kembali dibuktikan. Pada Minggu (26/04/2026), pengerjaan awal jembatan yang menghubungkan Desa Kota Lama dan Desa Sungai Santi resmi dimulai.
Meski berada di lokasi dengan akses yang sangat menantang, satgas pengerjaan telah berhasil mencapai progres fisik perdana sebesar 10%.
Jembatan dengan bentang 46 meter ini diproyeksikan akan memutus kendala aksesibilitas bagi 845 jiwa (265 KK) warga setempat yang selama ini sangat bergantung pada transportasi air.
Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu proyek dengan tantangan medan terberat. Karena tidak adanya akses jalur darat, seluruh pendistribusian material bangunan harus dilakukan melalui jalur air menggunakan sampan dengan kapasitas terbatas (500 kg).
Personel di lapangan harus menempuh waktu perjalanan selama satu jam di sungai, yang kemudian dilanjutkan dengan melangsir material secara manual (dipanggul) menuju titik lokasi pondasi. Tantangan ini kian bertambah dengan ketiadaan jaringan listrik PLN serta tidak adanya sinyal komunikasi seluler di lokasi pengerjaan.
Dandim 0313/KPR melalui tim pelaksana lapangan menegaskan bahwa meski keterbatasan infrastruktur pendukung seperti listrik dan sinyal menjadi kendala, semangat prajurit untuk menuntaskan pembangunan tidak surut. Situasi di lokasi hingga saat ini dilaporkan aman dan terkendali.
















