KAMPAR – Akselerasi pembangunan infrastruktur strategis Jembatan Gantung Garuda Tahap II yang menghubungkan Desa Batu Gajah dan Desa Kusau Makmur, Kecamatan Tapung, terus menunjukkan tren positif. Hingga Senin malam (13/04/2026), tim pelaksana konstruksi Kodim 0313/KPR melaporkan kemajuan pengerjaan fisik telah menyentuh angka 84,5%.
Setelah berhasil merampungkan seluruh struktur fundamental seperti pondasi, pengelasan gapura, dan bentangan seling, fokus utama prajurit di lapangan kini bergeser pada tahap penyelesaian (finishing) dan penguatan keamanan lintasan bagi masyarakat.
Memanfaatkan kondisi cuaca yang cerah sepanjang hari, 10 personel TNI bersama 4 pekerja profesional terus menggesa beberapa item pengerjaan teknis, meliputi:
Pemasangan Papan & Ram Kawat: Mengalami peningkatan signifikan menjadi 40%.Plang Identitas & Pengecatan: Memasuki tahap estetika dengan progres 42%.Pemasangan Plang Anjuran: Kini berada di angka 26%.Jembatan dengan bentang 75 meter ini didesain kokoh untuk memfasilitasi kebutuhan 1.121 jiwa (500 KK) yang selama ini bergantung pada akses penyeberangan sungai dengan kedalaman hingga 7 meter.
Dedikasi di Tengah Tantangan Medan
Meski progres fisik sudah mendekati tahap akhir, para prajurit Kodim 0313/KPR tetap harus berhadapan dengan kendala medan yang menantang. Ketiadaan akses darat menuju titik seberang memaksa personel untuk melangsir material dengan cara dipikul secara manual.
Selain itu, lokasi yang belum teraliri listrik serta jarak distribusi logistik yang mencapai 100 KM tetap menjadi dinamika lapangan yang dihadapi dengan dedikasi tinggi.
Dandim 0313/KPR melalui tim pelaksana lapangan menegaskan bahwa situasi di area pembangunan dalam keadaan aman dan terkendali. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi jawaban permanen atas hambatan transportasi warga, terutama saat musim banjir yang dapat menaikkan ketinggian air sungai hingga 2 meter.
”Setiap inci progres adalah harapan bagi warga Desa Batu Gajah dan Kusau Makmur. Kami berkomitmen memberikan hasil terbaik agar mobilitas ekonomi dan pendidikan masyarakat segera lancar dan aman,” ungkap tim pelaksana lapangan.

















