PELALAWAN – Perjuangan melawan sisa-sisa api di lahan gambut Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, kini memasuki hari ke-14, Selasa (24/3). Personel Koramil 03/Bunut di bawah komando Serma Desmi Jumhari terus disiagakan di lokasi untuk memimpin operasi pendinginan (cooling down) di area terdampak seluas kurang lebih 40 hektare.
Meski titik api terbuka telah berhasil dikendalikan, tim gabungan tetap waspada mengantisipasi bara api yang masih tersimpan di kedalaman tanah.
Operasi hari ini melibatkan sinergi 36 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta dukungan penuh dari RPK PT. Arara Abadi dan karyawan Koperasi RTBS. Kehadiran tim di titik koordinat 0°13’4,”N 102°16’7″E bertujuan untuk memastikan tidak ada lagi asap tebal yang berpotensi memicu kebakaran susulan di area parit koperasi tersebut.
Medan yang dihadapi tim di lapangan pada minggu kedua ini masih tergolong berat. Lapisan gambut yang sangat tebal dan kering menjadi tantangan utama, di mana api seringkali menjalar di bawah permukaan tanah tanpa terlihat secara kasat mata. Kondisi ini diperparah dengan cuaca panas yang menyengat dan hembusan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran asap pekat ke wilayah sekitarnya.
“Fokus kami hari ini adalah penuntasan titik asap. Kami memaksimalkan penggunaan alat mmber berat untuk lokalisir area serta mengerahkan mesin pompa seperti VE 500 dan Ministrek untuk menyiram hingga ke dalam gambut,” ujar Serma Desmi Jumhari di lokasi pengerjaan. Terbatasnya sumber air di titik kebakaran mengharuskan tim bekerja ekstra keras dalam mengatur distribusi air melalui puluhan gulung selang agar dapat menjangkau titik-titik asap yang masih tebal.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran dan pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak berwenang. Situasi di lokasi secara umum terkendali, namun tim tetap berjibaku melakukan pendinginan hingga area benar-benar dinyatakan hijau. Kodim 0313/KPR melalui Koramil jajarannya berkomitmen untuk tidak akan menarik pasukan sebelum ancaman Karhutla di wilayah Bunut benar-benar tuntas demi kenyamanan masyarakat.

















